Usaha Laundry Kiloan Modal Kecil

0 By
Usaha Laundry Kiloan Modal Kecil

sumber: bloggues.com

Usaha Laundry Kiloan Modal Kecil – Anda ingin membuka usaha laundry kiloan modal kecil? Mengapa tidak? Peluang usaha laundry kiloan kian besar seiring bertambah pesatnya kawasan kos-kosan, apartemen, perumahan padat, bahkan ritme hidup yang dinamis. Tidak hanya itu, semakin banyak pula orang yang sibuk bekerja dan travelling. Sehingga tidak sempat lagi mengurus rumah dan pekerjaan lain, seperti mencuci baju.

Jika musim hujan, usaha laundry kiloan juga sangat dibutuhkan. Karena, usaha laundry kiloan modal kecil kebanyakan memiliki mesin pengering untuk memenuhi tuntutan tenggat waktu penyelesaian kerja.

Usaha laundry kiloan modal kecil masih memiliki prospek menjanjikan dan menguntungkan. Meski sudah banyak pengusaha laundry kiloan lainnya, dan kemungkinan besar harus bersaing ketat dengan mereka.

Selain itu, usaha laundry kiloan juga tidak terlalu memakan modal banyak. Bahkan Anda bisa mengembangkan usaha ini dengan membentuk franchise laundry atau membeli franchise laundry.

Lantas, mengapa usaha laundry kiloan bisa dibangun dengan modal kecil? Bagaimana strateginya? Berikut alasan dan strateginya.

6 Tips Usaha Laundry Kiloan Modal Kecil

  1. Usaha Laundry Kiloan Membutuhkan Alat Yang Mudah Dijangkau Pengusaha

Harga alat-alat usaha laundry kiloan kini bisa dibeli via online, misalnya membeli deterjen, pewangi, setrika uap, timbangan, tempat baju kotor. Untuk mesin-mesin, Anda bisa membelinya secara langsung di toko khusus laundry, misalnya mesin cuci dan mesin pengering.

Jika Anda berniat ingin membeli setrika uap cukup via online karena kini sudah ada penyedia resmi dan terpercaya. Bahkan gratis ongkos kirim ke seluruh daerah Jawa, Jabodetabek, dan kota Denpasar. Silakan kunjungi setrika uap untuk membeli.

  1. Tersedia Paket Usaha Laundry Kiloan Di Toko-Toko Online Terpercaya

Bahkan, jika Anda melakukan pencarian di situs pencarian, Anda bisa melihat iklan-iklan bersponsor dari toko-toko online terpercaya di Indonesia. Paket usaha laundry kiloan juga bisa dibeli dengan harga terjangkau. Biasanya, memiliki rentang antara 15 juta- 30 juta rupiah.

  1. Peralatan Seadanya, Setrika Uap Jadi Modal Utama

Tidak ingin menghamburkan banyak peralatan untuk usaha laundry kiloan modal kecil? Bisa! Anda dapat memanfaatkan mesin cuci sendiri yang biasanya sudah dilengkapi pengering. Anda juga bisa memanfaatkan keranjang kotor di rumah, keranjang baju disetrika, meja setrika, timbangan, dan rak.

Untuk setrika, hasil setrika konvensional biasanya tidaklah serapi setrika uap yang biasa digunakan di usaha laundry kiloan. Karena, setrika uap mengandalkan bahan bakar gas dan menghasilkan panas yang konstan.

Misalnya, anggaplah modal usaha laundry kiloan Anda adalah sebagai berikut:

–           Setrika uap 2 unit Rp 2.500.000 = Rp 2.500.000

–           Mesin pengering 1 unit Rp. 1.500.000

–           Mesin cuci = Rp. 2.000.000

–           Timbangan = Rp. 1.00.000

–           Keranjang baju kotor = Rp. 20.000

–           Meja setrika = Rp. 90.000

Maka totalnya hanya Rp 6.210.000. Bagaimana hemat bukan?

  1. Usaha Laundry Kiloan Bisa Mendapatkan Balik Modal Dalam Waktu 3-5 Bulan

Tentunya, persyaratan balik modal ini didukung oleh lokasi, strategi pemasaran, hasil kerja, dan kepercayaan konsumen. Usaha laundry kiloan modal kecil bisa mendapatkan balik modal dalam waktu 3-5 bulan dengan memperhatikan hal-hal tersebut.

Anggaplah target 1 hari dapat melayani pencucian pakaian konsumen sebanyak 25 kg dengan harga Rp6.000 / kg. Maka, perkiraan omset yang didapat per hari adalah 25 kg x Rp6.000 = Rp150.000.

Jika omset dihitung 1 bulan, maka Rp150.000 x 30 hari – Rp4.500.000. Sedangkan perkiraan laba bersih per bulan bisa dihitung dari omset 1 bulan dikurangi harga biaya operasional Anda per bulan. Jika ditotal, laba bersih yang didapat kira-kira Rp1.500.000 dikurangi operasional 3.000.000, tergantung kerapian dan kecermatan Anda dalam mencatat arus kas.

Dengan laba bersih sebesar itu, kemungkinan besar Anda mendapatkan balik modal dalam waktu 3-5 bulan.

Lalu, bagaimana dengan strateginya?

Berbicara soal strategi, Anda perlu ketelatenan dan kecermatan. Soal strategi adalah berkaitan dengan pengaturan keuangan, penghitungan biaya operasional, strategi pemasaran, dan pengamatan perkembangan bisnis. Berikut strateginya.

  1. Cermati Biaya Operasional Per Bulan

Gaji satu karyawan, deterjen, pewangi, softener, air dan listrik, tas kain untuk membungkus hasil laundry, biaya promosi, semua ini tampak kecil dan mudah diurus. Namun, pengeluaran-pengeluaran ini rutin dihabiskan tiap bulan. Tahu-tahu, Anda akan kaget karena bakal mengalami kebocoran biaya yang tidak diduga. Entah terlalu boros, terlalu mahal, atau manajemen kurang baik.

Biaya operasional per bulan sangat berpengaruh pada penghitungan balik modal. Bahkan jika dipikir-pikir lagi, ini bisa mempengaruhi cara pengaturan keuangan usaha dan biaya strategi pemasaran.

Jika diilustrasikan, anggaplah biaya operasional per bulan Anda sebagai berikut.

–           Gaji satu karyawan = Rp 800.000

–           Deterjen, softener, pewangi = Rp 350.000

–           Air dan listrik = Rp 500.000

–           Tas kain = bisa memanfaatkan kain bekas jahit atau konveksi, bisa dipesan melalui percetakan demi menghemat kantong plastik yang mencapai Rp100.000-200.000. Biasanya, harga tas kain dipatok sampai Rp5.000-50.000, tergantung pemilihan Anda (ambil harga paling mahal untuk menyiapkan kemungkinan terburuk).

–           Biaya promosi offline = Rp250.000

Jika ditotal, semua adalah Rp1.950.000. Kembali pada penghitungan omset dan laba bersih per bulan, Anda bisa menghitungnya dengan rumus berikut:

Break event point (1) Rp6.210.000 / Rp1.950.000 = balik modal selama 3,3 bulan atau 90 hari.

  1. Hematkan Biaya Promosi

Kebanyakan para pelaku usaha laundry kiloan modal kecil mengandalkan promosi offline untuk melejitkan omset dan memperluas target pasar. Memang hasilnya nyata dan terlihat, namun tidaklah selalu menjamin akan bertahan dalam satu bulan.

Anda perlu mengeluarkan biaya cetak brosur dan banner. Bahkan lem perekat flyer yang ditempel di dinding atau tiang listrik. Bukankah itu pengeluaran kecil yang akan membukit?

Sementara itu, promosi online bisa dilakukan cukup melalui media sosial di gawai pintar Anda. Ada pula yang butuh bantuan tim pemasaran dari agensi agar usaha laundry kiloan modal kecil terlihat lebih profesional.

Terlepas dari semua itu, penghematan biaya promosi dilakukan agar Anda memiliki ruang lebih untuk mengalokasikan uang. Entah itu ke biaya perawatan, biaya perluasan cabang usaha, dan lain-lain.

Jika diilustrasikan, biaya promosi online bisa dihitung sebagai berikut.

–           Beriklan di Facebook dan Instagram: percobaan selama 7 hari, lokasi Surabaya dan sekitarnya, target usia 18-34 tahun  anggaran harian Rp10.000 x 7 hari = Rp70.000. Perkiraan klik setiap hari adalah 6 – 36 klik. Semakin besar jumlah klik setiap hari, semakin besar pula biaya promosi yang dibutuhkan.

Dibandingkan biaya promosi offline, promosi online lebih hemat meski harus dilakukan riset dan pengelolaan target pasar yang realistis.

Itulah 6 tips usaha laundry kiloan modal kecil. Usaha laundry kiloan modal kecil, tidak masalah! Jangan minder karena setiap usaha bisnis juga membutuhkan modal skill, perhitungan, dan pengetahuan.

Jangan lupa untuk membeli setrika uap khusus usaha laundry kiloan modal kecil, lebih hemat, hasil setrika lebih cepat rapi, dan pelanggan puas. Selamat bekerja!

 

Bagikan sekarang